Cara Aman Basmi Nyamuk

0
459

Serangan satu skuadron nyamuk dengan dengung wang-weng-nya tak hanya membuat geli telinga, tapi juga mengesalkan. Bukankah mereka menyebarkan malaria, kaki gajah, dan demam berdarah?

Entah sejak kapan nyamuk jadi musuh manusia. Daripada kecapekan pukul sana-pukul sini, orang pun menggunakan obat nyamuk, yang memang praktis. Jenisnya juga beragam. Lalu bagaimana memilih obat nyamuk yang baik?

Cara yang sering dipakai memberantas nyamuk adalah dengan pengendalian secara kimia atau memakai pestisida sintetis. Namun cara ini cukup berisiko. Kasus keracunan pestisida sering terjadi karena konsumen kurang tahu cara paling tepat dalam menggunakannya. Beberapa tahun silam, seorang bayi di Cilacap meninggal gara-gara mengunyah dan menelan sisa obat nyamuk bakar. Sebagai perbandingan, di AS pestisida sebagai penyebub keracunan ada di urutan kedua. Tiap tahun sekitar 2,5 juta anak dan dewasa semprotan lalat, semut, kecoak, dan penolak serangga. Bahkan 70%nya terjadi pada balita; lebih dari setengah yang meninggal karenanya adalah anak-anak.

Ada dua tipe keracunan. Keracunan akut, akibat kecelakaan atau disengaja, dengan pemaparan racun dosis tinggi baik sekali maupun berulang kali. Lalu keracunan kronis, karena pemaparan yang lama atau berulang-ulang dari racun dosis rendah yang akhirnya terakumulasi. Baik keracunan akut maupun kronis dapat  terjadi melalui saluran pencernaan, pernapasan, dan kulit. Jenis obat nyamuk apa pun berpotensi menyebarkan racun melalui ketiga jalur itu. Lewat saluran pencernaan bahan beracun masuk ke darah. Keracunan jenis ini dapat terjadi karena kecelakaan, tapi lebih sering karena ceroboh. Contohnya, merokok dan makan tanpa mencuci tangan setelah memakai pestisida; atau menggunakan wadah makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Penyerapan pestisida melalui kulit paling sering terjadi, khususnya tangan. Ini bisa sangat berbahaya saat temperatur tinggi dan kulit basah oleh keringat. Pada saat demikian, pernapasan kulit lebih intens, pori-pori kulit terbuka, dan lebih banyak darah di jaringan kulit. Apalagi kalau ada luka di kulit, pestisida akan lebih cepat terserap. Terhirupnya pestisida melalui mulut dan hidung sering terjadi secara tak disadari dan mudah terjadi di tempat yang berventilasi buruk.

Gejala keracunan

Tanda keracunan tergantung pada jenis pestisida, dosis, tingkat pencemaran, dan lama pemaparan. Mulai dari yang ringan berupa sakit kepala, mual pusing, lelah, iritasi kulit, mata, hidung dan tenggorokan, diare, berkeringat dan kehilangan nafsu makan, hingga yang berat yaitu muntah, penglihatan kabur, kejang perut, nadi berdenyut cepat, susah bernapas, kelopak mata berkerut, otot kejang dan gemetar, lelah, sawan, napas sesak, pingsan, dan denyut nadi berhenti. Gejala keracunan akut dapat berakibat koma, bahkan meninggal.

Meski pengaruh jangka panjang belum diketahui pasti, namun Demaparan jangka panjang dari pemakaian berulang-ulang dan residu yang masih melekat dapat merusak hati, ginjal, dan paru-paru. Selain itu, bisa terjadi kelumpuhan, berkurangnya fungsi kekebalan, perdarahan otak, mengurangi kesuburan, mengganggu fungsi seksual, sampai menyebabkan kemandulan. Pestisida pun dapat meracuni embrio. Studi di Universitas Sydney, 1986, menunjukkan, ibu yang terkena pestisida selama awal kehamilan dapat mengakibatkan bayi cacat.

Ancaman lain pada janin bisa berupa lahir mati, keguguran, atau mengubah materi genetis terjadi mutasi yang dibawa ke generasi berikut. Banyak pembasmi serangga di rumah tangga menggunakan pestisida seperti pyretinin, DDVP (dichlorovynil dimethyl phospate) yang sering disobut dichlorvos, propoxur, perronyl butoxide, serta DEET (Diethyltolyamide). berdasarkan penelitian YLKI pada tahun 1981, dari contoh obat nyamuk bakar yang diuji, 17 contoh mengandung bahan aktif DDT, bahan aktif yang sangat berbahaya dun sudah dilarang penggunaannya. Tak kurang berbahayanya adalah bahan aktif diklorvos dan propoxur. Bahan aktif diklorvos oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WH0) termasuk kelas IB yang sangat berbahaya atau sangat beracun.

Pada manusia zat ini dapat merusak sistem mengganggu sistem pernapasan dan jantung, reproduksi serta memicu kanker sedangkan bahan aktif propoxur tergolong kelas II atau berbahaya. Propoxin yang terhirup maupun terserap tubuh manusia bisa mengaburkan penglihaan, keringat berlebih, pusing, sakit kepala, dan badan lemah. Selain propoxur juga dapat menurunkan akitivitas enzim kolinterase yang berperan dalam saraf transmisi, serta buruk pada hati dan reproduksi.

Asap obat anti nyamuk bakar yang mengandung propoxur diduga dapat menimbulkan kanker laring pada saluran pernapasan dan tenggorokan. Sangat disayangkan, hasil penelitian YLKI pada tahun 1995, menunjukkan masih ada obat nyamuk yang berbahan aktif propoxur. Bagaimana dengan DEET yang banyak dipakai dalam obat nyamuk oles? Tragisnya, DEET justru dapat menyebabkan iritasi kulit, membahayakan kulit yang luka, dan se-laput lendir tubuh. Namun bila bahan aktif dalam obat nyamuk adalah piretrin, allethrin atau biollethin, perhatikan berapa kadarnya.

Menurut Standar Perdagangan, persyaratan kadar aktif adalah 0,10 – 0,50%. Kalau kadar bahan aktif obat nyamuk bakar ini melebihi stan-dar yang ditetapkan, pikir ulang untuk membelinya harus dipertegas untuk obat nyamuk jenis bakar. Kadar bahan aktif yang berlebihan tidak hanya menyerang sistem saraf nyamuk, tapi juga menyerang sistem saraf manusia.

Cara Aman Basmi Nyamuk
Cara Aman Basmi Nyamuk

Jangan buang labelnya

Label di kemasan merupakan informasi penting bagi konsumen. Jadi, yang pertama amatilah bahan aktif apa yang terkandung di dalam obat nyamuk. Seandainya di label tidak tercantum bahan aktif yang digunakan, jangan beli. Demikian pula jika di label tercantum bahan aktif propoxur atau diklorvos, ingat bahaya yang ditimbulkannya. Setelah itu, berhati-hatilah jika bekerja dengan pestisida. Hindari menyemprot nyamuk sambil makan atau minum, atau ketika ada orang lain, terutama anak-anak atau ibu hamil, di ruangan itu. Baru setelah kira-kira satu jam, saat pestisida sudah mengendap, orang diperbolehkan masuk ruangan.

Yang tidak kalah penting, berhati-hatilah bila ada luka di kulit, karena pestisida mudah terserap lewat luka. Sebaiknya tutuplah luka rapat-rapat. Bahan pelarut dalam obat semprot adalah minyak, karenanya jangan semprotkan di dekat, misalnya dapur saat sedang aktif.

Musnahkan bekas wadah pestisida dengan memendamnya di dalam tanah, agar tidak dimanfaatkan ulang oleh orang lain, terutama anak-anak yang biasa memakai-nya sebagai mainan. Usai menggunakan pestisida, tetaplah waspada. Pestisida yang hanya mengenai kulit, rambut, atau mata tetap perlu tindakan khusus, karena bisa berkembang jadi gawat. Misalnya, pestisida yang mengenai luka di kulit. Tindakan khusus dalam hal ini adalah mencuci segera dengan air bersih bagian yang terkena, serta segera melepas baju yang terkena dan menggantinya dengan yang bersih. Setelah pertolongan pertaa dilakukan, segera hubungi dokter. Agar pertolongan dokter dapat dilakukan dengan cepat dan tepat, bawalah label atau catatan nama pestisida penyebab keracunan.

Daerah bebas nyamuk

Mengganyang habis semua nyamuk di rumah dengan obat nyamuk rasanya mustahil. Lebih masuk akal menentukan berapa banyak nyamuk yang masih bisa ditoleransi nebeng di rumah kita. Upaya pertama yang aman dan murah dengan cara menghambat perkembangan jumlah nyamuk. Umumnya nyamuk suka genangan air, baju-baju bergantungan di Iuar almari, tumbuhan di dalam rumah, serta tempat-tempat yang kurang bersih dan gelap. Tempat tergenang itu bisa berupa apa saja. Mulai tempat minum burung, vas bunga, hingga bak mandi. Kuras bak mandi, sikat dinding bak dengan baik, tutup tempat air rapat-rapat, bersihkan rumah dari kaleng, botol, ban bekas, tempurung, ganti air vas bunga dan tempat minum burung, serta bersihkan parit.

Bila ternyata masih banyak nyamuk kebun tetangga datang bertamu, pasang kasa nyamuk di jendela, kisi dan pintu rumah. Sedangkan kamar tidur, bisa dicoba cara tradisional, pasang kelambu cara ini efektif mencegah serangan drakula mini itu. Pilihlah kelambu yang kerapatannya 6 – 8 lubang /cm, biasanya berdiameter 1,2 – 1,5 mm. Ukuran ini bisa dicek pada labelnya. Selain itu pasanglah bola lampu dengan warna cahaya kekuningan di depan pintu masuk.

Bila mungkin sediakan binatang pemakan nyamuk, seperti kodok, capung, ikan pemakan jentik nyamuk di sekitar rumah. Jenis ikan itu misalnya ikan gambusia, guppy, mujair, atau kepala timah. Biasakan membuka jendela kamar agar sirkulasi udara lancar. Nyalakan kipas angin, karena nyamuk tidak suka udara yang bergerak. Nyamuk pun terusir keluar ruangan. Bila tidak ada kipas angin, gunakan cara mekanis lain, misalnya raket listrik. Sebagai zat penolak bisa digunakan minyak serai atau minyak kayu putih yang tidak mengakibatkan iritasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here