Waspadalah dengan Bakteri Salmonella 

0
28

Sobat sehat, dengan saya dr.Sung. Mungkin anda pernah mendengar istilah salmonella. “Itu makanan apa sih, dok?”. Salmonella ini merupakan bakteri. Yaitu bakteri gram negatif berbentuk seperti batang. Dan bakteri ini dapat menginfeksi tubuh manusia, terutama di bagian saluran pencernaan. Bagaimana cara penularannya? Bakteri ini dapat menular dari makanan yang anda makan. Seperti daging, kemudian telur. Hayoo. . , siapa disini yang suka dengan telur setengah matang? Atau mungkin makanan-makanan seperti daging mentah, atau daging yang setengah matang. Bisa jadi, telur atau daging tersebut telah terkontaminasi bakteri salmonella.

Lalu, bakteri salmonella ini dapat menyebabkan penyakit apa? Bakteri salmonella ini dapat menyebabkan penyakit demam thypoid. Dan banyak masyarakat kita atau masyarakat Indonesia yang menyamakan demam thypoid dengan tipes. Sebenarnya, kedua penyakit ini disebabkan oleh bakteri atau kuman yang berbeda. Jika demam thypoid disebabkan oleh bakteri salmonella, sedangkan tipes itu disebabkan oleh bakteri rickettsia. Jadi, cara penularannya pun berbeda.  Jika seandainya sekarang saya terinfeksi, bagaimana cara mengetahui gejala demam thypoid?

Sebenarnya, gejala demam thypoid ini tidak terlalu khas.  Dan biasanya mirip dengan demam berdarah. Gejala yang pertama adalah panas tinggi atau yang kita sebut dengan demam tinggi. Kemudian gejala yang lainnya, karena terinfeksi, maka tubuh kita biasanya menjadi lemas, kemudian nafsu makan hilang, susah makan,minum juga tidak mau, biasanya sampai jatuh ke dehidrasi, kemudian jika parah bisa sampai pingsan.

Lalu, ada gejala lain yang kita sebut dengan bradikardi relatif. Biasanya kenaikan suhu tubuh diikuti dengan kenaikan denyut nadi. Namun pada penyakit ini agak aneh. Karena ketika suhu tubuh anda naik atau demam, namun denyut nadi anda tidak ikut naik. Itulah sebabnya disebut dengan bradikardi relatif. Kemudian pada bagian lidah. Ketika anda menjulurkan lidah, biasanya lidah akan gemetar atau kita sebut dengan tremor. Dan di tengah lidah tersebut terdapat lapisan putih.  Jadi seperti jaket berwarna putih di tengah lidah.

Lalu, terdapat gejala lain juga yang tidak khas. Badan sakit semua, kemudian juga sakit kepala, sendi-sendi semuanya terasa sakit.  Ini semua biasanya terjadi pada mereka yang terinfeksi. Dan akibatnya, mood juga berubah, nafsu makan menurun, seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya. Dan ketika anda mengalami hal ini, sebaiknya anda pergi ke Rumah Sakit untuk diperiksakan atau ke dokter untuk diperiksakan. “Lalu seandainya saya positif terkena infeksi salmonella dan saya terkena demam thypoid, apa yang harus saya lakukan, dok?”.  Yang perlu anda lakukan adalah anda menuruti nasehat yang diberikan oleh dokter. Biasanya dokter akan memberikan obat antibiotik untuk anda konsumsi.

Dan jika diberi antibioitik untuk dikonsumsi, jangan main-main.  Misalkan hari ini minum, besoknya tidak minum, lalu lusa minum lagi. Maka bakteri tersebut akan resisten terhadap antibiotik yang diberikan. Kemudian, biasanya dokter juga akan menyarankan anda untuk mengurangi serat.  Jadi, dengarkan kata dokter anda. Karena ketika anda terinfeksi oleh salmonella tersebut, maka usus anda akan lebih rentan.  Jadi, perlu diistirahatkan. Caranya bagaimana?Jangan mengkonsumsi makanan tinggi serat. Jadi sayuran, kemudian buah-buahan yang tinggi serat sebaiknya anda hindari dulu. Karena takutnya dapat memperparah kondisi usus anda yang terinfeksi.

“Lalu, bagaimana cara untuk mencegah supaya saya tidak tertular atau tidak terinfeksi bakteri salmonella tadi?”Cara yang pertama adalah jaga kebersihan, terutama tangan anda.  Jadi sebelum makan, sebaiknya anda cuci tangan dahulu. Mencucinya jangan cepat-cepat. Sebaiknya anda gunakan sabun dan gunakan air yang mengalir.

Kemudian yang kedua, hindari makanan-makanan yang mentah atau mungkin setengah matang. Terkecuali anda tahu bahan makanan tersebut bebas kontaminasi dari bakteri salmonella dan bakteri-bakteri lainnya.  Saya tidak ingin anda makan makanan mentah tersebut, kemudian pada keesokan harinya atau lusanya anda mengalami diare. Kemudian hal lain yang bisa anda lakukan adalah ketika anda selesai makan, sisa makanan anda harus ditutup. Jangan biarkan makanan anda terbuka, karena nanti bisa terkontaminasi. Mungkin melalui debu, atau dihinggapi lalat.  Mungkin anda tidak terkena bakteri salmonella. Tetapi, anda bisa terkena bakteri yang lain. Itu sama saja karena dapat merusak sistem pencernaan anda atau anda dapat keracunan makanan tersebut.

Kemudian, tips yang terakhir ini untuk para ibu-ibu atau untuk anda semua yang masak sendiri di rumah.  Ketika anda masak daging dan masak sayur, sebelum dimasak, bahan tersebut anda apakan? Pastinya harus anda cuci dulu, kemudian anda potong-potong. Saran saya adalah pada saat memotong daging saat memotong sayur, gunakan dua talenan yang berbeda. Tahu talenan ‘kan? Yaitu alas ketika anda memotong.

Mengapa harus dibedakan? Karena pada saat memasak daging, prosesnya itu lebih lama daripada anda memasak sayur. Apalagi anda menggunakan talenan tersebut untuk memotong buah. “Mengapa demikian, dok?” Karena buah tidak dimasak.  Dan sayur itupun kalau dimasak hanya memakan waktu sebentar. Tidak seperti jika kita memasak daging. Yang ditakutkan adalah kuman atau bakteri salmonella apda daging tersebut akan mengkontaminasi sayuran dan buah-buahan anda. Jadi, sebaiknya talenan tersebut dipisah. Jika perlu, siapkan pisau yang berbeda juga. Itu tadi adalah penjelasan tentang bakteri salmonella.

Mengapa saya mengangkat topik ini untuk kita bahas? Karena di Amerika, negara maju itu banyak yang terkena penyakit ini. Karena mereka hobi makan daging yang mungkin dimasak setengah matang. Raw meat atau mungkin mentah. Biasanya bagi anda yang suka makan sushi dan sebagainya yang dimakan mentah, sebaiknya anda berhati-hati. Terkecuali anda tahu betul bahwa bahan tersebut tidak terkontaminasi dan higienis. Salam hebat luar biasa. . !!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here